Sabtu, 15 November 2014

Kedudukan Geodesi, Geografi & Geomatika




Banyak orang belum memahami apa yang dinamakan Ilmu Geodesi, seperti apakah substansinya, dan apa bedanya dengan Geografi. Untuk saat ini, saya kutipkan tulisan singkat dari Prof. Joenil Kahar, dari Program Studi Teknik Geodesi & Geomatika, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) – Institut Teknologi Bandung.
1. GEODESI
Pada zaman Yunani kuno, teori geometri serta aplikasinya berkembang menjadi geodesi, yaitu menentukan bentuk dan besar bumi. Geodesi terdiri dari dua bagian, geo yang berarti bumi dan daisia yang berarti membagi. Jadi, geodesi berarti kegiatan membagi bumi yang banyak implikasinya dalam pengembangan geometri dari segi teoritis dan praktis. Helmert, seorang ahli geodesi berkebangsaan Jerman yang sangat berperan dalam kegiatan organisasi Europäische Gradmessung dan menjadi ketua pada tahun 1885, menyatakan bahwa: Geodaesie ist Wissenschaft von der Ausmessung und Abbildung der Erdoberflaeche [Helmert, 1880, hal. 3] atau ilmu mengukur dan memetakan permukaan bumi.
Berkaitan dengan perkembangan pemikiran yang berkaitan dengan bentuk bumi, pada awalnya geodesi adalah suatu ilmu yang mempunyai tujuan utama menentukan bentuk dan besar bumi termasuk medan gayaberat bumi. Dalam perkembangannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, studi tentang fenomena geodinamika, seperti rotasi bumi, gerakan kerak bumi, pasang surut laut, dan bumi padat juga merupakan bagian dari geodesi. Sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan alam semesta, pada saat ini studi tentang bentuk dan besar planet lain yang menggunakan teknik geodesi juga merupakan salah satu kegiatan dalam ilmu geodesi yang disebut  planetery geodesy.
Ruang lingkup kegiatan geodesi terdiri dari:
(1)   penentuan posisi,
(2)   kajian medan gayaberat bumi,
(3)   kajian fenomena geodinamika,
(4)   kajian hasil pemanfaatan teknologi satelit dan antariksa,
(5)   pengembangan teori dan metodologi kegiatan geodesi.
2. GEOGRAFI
Geografi (Latin: geographia) terdiri atas dua kata geo yang berarti permukaan bumi, dan graphien yang berarti mencatat/menggambarkan, sehingga geografi secara sederhana adalah kegiatan yang mencatat/menggambarkan permukaan bumi sesuai kebutuhan manusia, sehingga geografi mempunyai dua aspek yaitu manusia dan alam, jadi ada geografi sosial (social geography sering juga disebut human geography) dan geografi alam (physical geography).
Geografi pada dasarnya sangat terkait dengan penentuan besar bola bumi yang dilakukan Eratosthenes yang dikenal juga sebagai bapak atau penemu geografi. Untuk keperluan hidup di permukaan bumi, Eratosthenes menyadari bahwa manusia memerlukan informasi di mana berbagai kebutuhan manusia terdapat  di permukaan bumi. Manusia memerlukan informasi lokasi dari berbagai kebutuhan yang terdapat pada berbagai bagian permukaan bumi. Informasi ini digambarkan pada suatu kertas yang hingga sekarang dikenal sebagai “peta”. Pada peta digambarkan fitur-fitur permukaan bumi untuk memudahkan menggunakan peta tersebut.
Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan/interaksi manusia dengan lingkungan alam sekelilingnya, seperti  keterkaitan manusia dengan tanah untuk bercocok tanam, serta manusia yang membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Untuk keperluan kehidupannya itu manusia berjalan atau berpindah dari suatu tempat ke tempat lain; disinilah diperlukannya pengetahuan tentang besar bola bumi yang terkait dengan jarak dan waktu tempuh dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam kehidupan sehari-hari yang berpindah bukan hanya manusia, tetapi juga barang keperluan manusia, bahkan dalam sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga terjadi perpindahan atau transfer pemikiran, budaya, kebiasaan suatu suku bangsa; dan dengan sendirinya unsur alam lain seperti  binatang juga memerlukan perpindahan, begitu juga air dan udara.
Perpindahan ini adalah bergeraknya sesuatu dari suatu tempat ke tempat lain, seperti mengalirnya air  sungai dari perbukitan ke pantai (muara) dan menyebar ke laut. Dari kegiatan perpindahan manusia dari suatu tempat ke tempat lain, maka timbul pengetahuan bahwa ada suatu tempat merupakan padang pasir yang gersang dan tandus, sedangkan tempat lain terdiri perbukitan yang subur dan ditumbuhi pohon-pohonan dan terdapat aliran sungai di antaranya, serta perubahan yang terjadi di tempat itu sehubungan perubahan cuaca dan ilkim. Untuk memudahkan perbedaan suatu tempat dengan tempat lain, serta fitur yang terdapat pada masing-masing tempat, maka diperlukan pemberian nama tempat serta semua fitur yang  dicantumkan dalam peta.
Manusia hidup di permukaan bumi terdiri dari berbagai etnik dan suku bangsa. Pengertian tempat dapat berupa karakter tempat itu, seperti pantai, perbukitan, padang pasir, dsb.; dan dapat juga berdasarkan karakter manusia yang hidup di sana, seperti tempat suku bangsa  Arab, Jepang, Melayu, dll.  Ada suatu suku bangsa tertentu yang hidup pada suatu wilayah seperti Jepang, ada beberapa suku bangsa yang sepakat untuk hidup bersama dalam suatu daerah, seperti Amerika Serikat, yang berarti wilayah negara.  Pengertian wilayah dapat juga merupakan wilayah perkebunan, perkampungan, kampus dll.
Berdasarkan hal tersebut di atas dalam geografi terdapat 5 (lima) tema, yaitu
  • lokasi;
  • tempat;
  • interaksi manusia dengan lingkungan;
  • perpindahan;
  • wilayah.
Dari tema lokasi, tempat dan wilayah, maka dalam geografi terdapat pengertian spasial, dari tema perpindahan terdapat pengertian waktu/temporal, sedangkan dari interaksi manusia dengan lingkungan terdapat pengertian bahwa manusia hidup di lingkungan,  baik merupakan lingkungan alami, lingkungan alami yang diubah sesuai keperluan manusia yang disebut juga lingkungan buatan.  Interaksi manusia dan lingkungan menunjukkan bahwa untuk keperluan hidupnya bahwa (1) manusia tergantung pada lingkungan, sehingga (2) manusia menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan kemudian (3) manusia melakukan perubahan pada lingkungan sesuai keperluan. Oleh karena itu manusia memerlukan pengetahuan tentang lingkungan di sekitarnya dengan mengumpulkan berbagai data di lingkungan itu. Pertanyaan berikut dapat memberi gambaran tentang interaksi manusia dengan lingkungan.
(1)   “Pada suatu saat “Apa” berada di mana?
(2)   Mengapa “Apa” itu berada di sana pada saat itu?
(3)   Mengapa manusia peduli dan memperhatikan “Apa” itu?
“Apa” pada pertanyaan di atas dapat diganti dengan “data”.  Pertanyaan (1)  berkaitan dengan posisi data pada suatu saat (spasio-temporal). Untuk menjawab pertanyaan (2) diperlukan kajian keterkaitan antara “Apa” yang satu dengan “Apa” lainnya yang berada di lingkungan. Pertanyaan (3) adalah pertanyaan pokok dari interaksi manusia dan lingkungan, yang jawabnya adalah untuk keperluan hidupnya manusia tidak lepas dari lingkungan. Gambar 1 memberi ilustrasi tentang uraian di atas.

http://mreezy99.files.wordpress.com/2011/03/gambar-1.jpg?w=300&h=208
Gambar 1: Data Spasial untuk kelangsungan hidup

3. SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
Posisi data seperti yang dimaksud di atas dapat mengacu pada posisi manusia pada suatu saat yang disebut posisi yang bersifat relatif, dan dapat pula mengacu pada posisi yang bersifat absolut atau global yang dikenal dengan lintang dan bujur. Posisi ini disebut posisi geografis.
Pengolahan data dari berbagai tema menjadi informasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem terpadu yang terdiri dari
(1)   sistem yang menghubungkan perangkat keras, perangkat lunak  dengan data melalui teknologi komputer, yang dimanfaatkan
(2)   manusia untuk mengolah dan melakukan analisis berbagai data menjadi
(3)   informasi yang dipresentasikan atau divisualisasikan dalam satu sistem
(4)   lokasi spasial
Lokasi spasial, biasanya lokasi geografis yang mengacu pada satu sistem posisi geodetik. Jadi SIG berkembang setelah teknologi informatika berhasil dimanfaatkan untuk mengolah berbagai ragam data spasial menjadi informasi spasial.
Pada masa kecil, manusia telah memiliki naluri spasial (spatial instinct) yang kemudian berkembang menjadi kecerdasan spasial (spatial intelligent) sejalan dengan berkembangnya kecerdasan pada manusia. Dengan kecerdasan yang ada padanya, serta dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan, manusia (1) mengumpulkan data spasial, (2) mengolah data spasial menjadi informasi spasial, (3) menyimpan data dan informasi spasial menjadi pengetahuan yang berguna, dan  (4) manusia sebagai makhluk sosial memanfaatkan data dan informasi spasial secara bersama tetapi untuk keperluan yang berbeda serta (5) menyajikan dalam media kertas dalam bentuk peta, atau visualisasi dalam layar komputer.
Untuk mengolah data spasial dapat digunakan perangkat lunak yang terdapat di pasar seperti yang dikeluarkan oleh ESRI, Intergraph, Mapinfo dan Autodesk, dll yang  memberi lisensi untuk pemakainya. Untuk dapat memanfaatkan perangkat lunak tersebut, maka perlu diketahui spesifikasi perangkat lunak yang akan dimanfaatkan.  Oleh karena itu semua perusahaan perangkat lunak SIG, serta badan pemerintah, dan beberapa perguruan tinggi di dunia sepakat untuk membentuk Open Geospatial Consortium (OGC) untuk menyusun spesifikasi perangkat lunak yang dipasarkan. Selain itu ada perangkat lunak yang tidak perlu berlisensi (open source) seperti GRASS, Quantum, MapServer yang disusun dan dikembangkan secara bersama oleh pengguna teknologi SIG. Untuk mengolah data spasial secara pribadi, diperlukan perangkat keras komputer dengan kapasitas amat besar untuk menyimpan berbagai data spasial, cara ini disebut stand alone atau sering juga disebut SIG individu (personal GIS).  Setelah berkembangan teknologi jaringan dan internet, maka data spasial pada berbagai instansi dapat dimanfaatkan secara bersama (multi user).

http://mreezy99.files.wordpress.com/2011/03/gambar-21.jpg?w=266&h=300
Gambar 2: Proses membangun basisdata spasial dan aplikasinya
Teknologi SIG dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pemetaan dengan berbagai tema, penataan ruang, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, untuk perencanaan pembangunan ekonomi baik makro maupun mikro, penanganan kriminal, analisis pertahanan dan keamanan.
Hardi mengatakan bahwa agar teknologi SIG dapat digunakan dengan memanfaatkan berbagai data secara bersama perlu dibangun basis data spasial  yang diberikan pada Gambar 2.
4. GEOMATIKA
Menurut ensiklopedi wikipedia, istilah geomatika (geomatics) dimunculkan tahun 1969 oleh B. Dubuisson, suatu istilah yang pertama kali digunakan di Kanada, negara yang menggunakan bahasa Inggeris dan bahasa Perancis. Secara umum, geomatika adalah kegiatan
“Hunter and Gatherer” yang dapat diterjemahkan sebagai “mengumpulkan dan menggabungkan” termasuk alat dan teknik yang digunakan dalam pengukuran tanah (land surveying), penginderaan jauh, GIS, GPS, dan hal lain yang terkait dengan pemetaan permukaan bumi.
Menurut University of Calgary, di Kanada geomatika adalah:
A modern discipline, which integrates acquisition, modelling, analysis, and management of spatially referenced data, i.e. data identified according to their locations. Based on the scientific framework of geodesy, it uses terrestrial, marine, airborne, and satellite-based sensors to acquire spatial and other data. It includes the process of transforming spatially referenced data from different sources into common information systems with well-defined accuracy characteristics.
Menurut Canadian Institute of Geomatics:
Geomatics is a field of activity which is using a systematic approach, integrates all the means to acquire and manage spatial  data acquired as a part of scientific, administration, legal and technical operations involved in the process of production and management of spatial information. This activities include but are not limited to cartography, control surveying, digital mapping, geodesy, geographical information systems, hydrography, land information management, land surveying, mining surveying, photogrametry and remote sensing.
Istilah geomatika di atas telah diterima oleh the International Standardization Organization (ISO).  Kalau disederhanakan definisinya adalah:
Geomatika adalah disiplin yang berkaitan dengan pengumpulan, distribusi, penyimpanan, pengolahan, analisis, presentasi data atau informasi geografis.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa geomatika tidak dapat dipisahkan dari kegiatan geodesi (terutama penentuan posisi),  geografi, kartografi, penginderaan jauh, berbagai kegiatan pemetaan, kegiatan rekayasa yang memerlukan informasi spasial dan pemanfaatan data atau informasi spasial yang mempunyai aspek administratif dan hukum (legal).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar