Hutan mangrove adalah hutan yang berada di pantai,
sedangkan ekosistem mangrove adalah suatu sistem di alam tempat berlangsungnya
kehidupan yang mencerminkan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan
lingkungannya dan diantara makhluk hidup itu sendiri, terdapat pada wilayah
pesisir, terpengaruh pasang surut air laut, dan didominasi oleh spesies pohon
atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalam perairan asin/payau.
Ekosistem
mangrove memberikan keuntungan di bidang ekologi dan ekonomi, secara fisik pun
mangrove sangat berperan sebagai penahan terpaan ombak di pantai. Hutan Mangrove ini banyak berada didaerah Pesisir selatan Namun luas
hutan mangrove semakin hari semakin berkurang akibat aktivitas manusia, seperti
kegiatan penambakan, penebangan pohon mangrove. Tujuan dari penulisan ini
adalah untuk menjelaskan bahwa ekosistem mangrove sangat berperan penting bagi
keseimbangan alam. Namun luas ekosistem mangrove semakin hari semakin menurun,
untuk itu sangat diperlukan usaha mengembalikan ekosistem mangrove seperti
semula.
(1)pelindung garis pantai dari abrasi,
(2)mempercepat perluasan pantai melalui pengendapan,
(3)mencegah intrusi air laut ke daratan,
(4)tempat berpijah aneka biota laut,
(5)tempat berlindung dan berkembangbiak berbagai jenis burung, mamalia, reptil, dan serangga,
(6)sebagai pengatur iklim mikro (Rochana, 2001 dan Waryono, 2002).
Manfaat ekosistem hutan mangrove secara ekonomis:
(1)penghasil keperluan rumah tangga (kayu bakar, arang, bahan bangunan, bahan makanan, obat-obatan)
(2)penghasil keperluan industri (bahan baku kertas, tekstil, kosmetik, penyamak kulit, pewarna)
(3)penghasil bibit ikan, nener udang, kepiting, kerang, madu, dan telur burung,
(4)pariwisata, penelitian, dan pendidikan (Rochana, 2001 dan Waryono, 2002).
Selain itu komunitas mangrove juga berfungsi:
(1)Sebagai sumber unsur hara bagi kehidupan hayati (biota perairan) laut
(2)serta sebagai sumber pakan bagi kehidupan biota darat seperti burung, mamalia dan jenis reptil
(3)Sedangkan jasa mangrove lainnya juga mampu menghasilkan jumlah oksigen lebih besar dibanding dengan tetumbuhan darat
Kerusakan Mangrove
Ada tiga faktor utama penyebab kerusakan mangrove, yaitu:
(1)Pencemaran,
(2)Konversi hutan mangrove yang kurang memperhatikan faktor lingkunan (Konversi ekosistem mangrove menjadi tambak merupakan faktor utama penyebab hilangnya hutan mangrove di dunia),
(3)Penebangan yang berlebihan
Konversasi Mangrove
Dalam bidang konservasi dapat dilakukan melalui:
(1)penanganan dan pengendalian lingkungan fisik dari berbagai bentuk faktor
penyebabny.
(2)pemulihan secara ekologis baik terhadap habitat maupun
kehidupannya,
(3)mengharmoniskan perilaku lingkungan sosial untuk tujuan
mengenal, mengetahui, mengerti, memahami hingga pada akhirnya merasa peduli dan
ikut bertanggung jawab untuk mempertahankan, melestarikannya, serta
(4)meningkatkan akutabilitas kinerja institusi yang bertanggung jawab dan atau
pihak-pihak terkait lainnya.
Keuntungan restorasi komunitas mangrove meliputi:
(1)konservasi dan pengembalian spesies yang pernah ada, spesies yang memiliki
daerah jelajah luas, dan burung-burung migran
(2)mendaur-ulang nutrien dan
menjaga keseimbangan nutrisi pada muara sungai;
(3)melindungi jaring-jaring
makanan pada hutan mangrove, muara, dan laut;
(4)menjaga habitat fisik dan
tempat pembesaran anakan berbagai spesies laut komersial;
(5)melindungi lahan
dari badai, menjaga garis pantai, dan mengendapkan lumpur;
(6)meningkatkan
kualitas dan kejernihan air dengan menyaring dan menjebak sampah dan sedimen
yang dibawa air permukaan dari hulu sungai,
(7)pada akhirnya, preservasi
ekosistem mangrove membantu menjaga keseluruhan kondisi alami dan keindahan
serta nilai ekonomi kawasan pesisir.
Sumber :
http://news.liputan6.com/read/281180/warga-sukabumi-tolak-pembuangan-lumpur-ke-laut
http://muhammaddio.wordpress.com/2010/03/31/kondisi-mangrove-di-wilayah-pesisisr-pelabuhan-ratu/
http://wisatapantaiselatan.wordpress.com/info-tempat-wisata/httpidwikipediaorgwikipantai_pelabuhan_ratu/
http://walhijabar.wordpress.com/2007/12/26/selamatkan-pesisir-dan-pantai-jabar/
http://www.tempo.co/read/news/2002/05/27/05811475/Pencemaran-Pantai-Selatan-Karena-Minyak-Berat
http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/22/pantai-selatan-akan-ditata-449937
http://www.harianjogja.com/baca/2013/11/01/pengamanan-pantai-selatan-perlu-ditingkatkan-461514
http://www.solopos.com/2012/08/28/tajuk-pantai-selatan-kian-butuh-perhatian-322543
http://www.slideshare.net/jesicagrace/geografi-kerusakan-alam-indo
http://yarjohan.blogspot.com/2012/04/pengelolaan-sumberdaya-hayati-pesisir.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar